Waktu itu kau menginginku, Tak lepas dampingiku,
Tak lemas disampingku, Ketika aku nafasmu.
Mana nafasmu itu, Pandangku tidak lagi,
Tegurku jangankan lagi, Sedih akan perilaku.
Terima kasih padamu, Kasih dijadikan batu,
Aku disamakan kaku, Cinta yang hilang tak pernah layu.
Penjelasan tak padan, Sungguh-sungguh aku tak tahan,
Laungkanlah kejujuran, Sakit bukanlah seksaan.
Moga kau menoleh, Jarimu menyerap jernihku,
Mataku tumpu rautmu, Senyummu untuk senyumku.
MSH : bukan waktu yang mudah mengukir senyuman
Advertisement
0 Responses to “senyuman suram”